Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2012

Molekul Ajaib Pada Susu

Para ilmuwan mengklaim telah menemukan suatu molekul ajaib tersembunyi di beberapa jenis makanan yang dapat membuat sesorang lebih kuat, ramping dan sehat.

Molekul tersembunyi yang ditemukan dalam susu dan juga mungkin ada dalam bir serta beberapa makanan ini tidak memiliki efek samping, dan diklaim bisa memperpanjang usia harapan hidup.


Foto: Google

Permasalahannya adalah bahwa molekul yang disebut nikotinamide riboside (NR) tersebut sangat kecil, sulit untuk ditemukan dan sangat mahal untuk mensintesiskannya.

Kepala Ecole Polytechnique Federale Lausanne Swiss, Johnan Auwerx, mengatakan penemuan molekul tersebut diperoleh setelah peneliti melakukan serangkaian percobaan pada tikus.

"Temuan ini sangat mengesankan. Nikotinamida riboside (NR) tampaknya berperan dalam mencegah obesitas," kata Auwerx.

Bekerjasama dengan Weill Cornell Medical College di New York, Auwerx dan timnya menemukan, tikus yang diberi diet tinggi lemak dan asupan NR mengalami penambahan berat badan lebih sedikit (60 persen) ketimbang tikus yang mengonsumsi makanan yang sama namun tidak diberikan suplemen NR.

Bahkan, pada tikus yang diberi NR tidak ditemukan adanya indikasi penyakit yang mengarah ke perkembangan diabetes, tidak seperti tikus yang tidak diberi NR.

Tikus yang diberi suplemen makan NR selama sepuluh minggu memiliki kinerja daya tahan lebih baik dibanding mereka yang tidak. Mereka juga dalam kondisi yang lebih baik, dan ini dikonfirmasi oleh pengamatan dari serat otot mereka di bawah mikroskop.

Peneliti mengatakan, molekul ajaib ini bekerja di dalam sel dengan meningkatkan metabolisme, seperti resveratrol, yang ditemukan dalam anggur. Tidak ada efek samping yang ditemukan selama percobaan dilakukan.

"Tampak bahwa sel-sel pada tubuh menggunakan NR sejauhmana yang mereka perlukan, dan sisanya disisihkan tanpa berubah menjadi bentuk apapun yang tidak berpotensi merusak," kata peneliti, Carles Canto.

Para peneliti percaya, peningkatan molekul NR memengaruhi peningkatan fungsi mitokondria, bagian dari sel yang memasok energi. Mitokondria dianggap berperan dalam proses penuaan.

Diharapkan bahwa dengan merangsang fungsi mitokondria lewat molekul NR, para ilmuwan melihat adanya peningkatan usia harapan hidup yang lebih panjang serta perbaikan kesehatan lainnya.

"Tetapi molekul ini sulit untuk direproduksi dan sangat kecil. Saat ini, kita bahkan tidak bisa mengukur konsentrasinya dalam susu, jadi tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak Anda harus minum untuk dapat mengamati efeknya, " sambung Auwerx.

Kedepan, penelitian ini akan dilanjutkan dengan melakukan pengujian molekul pada manusia.

Sumber :
kompas.com

Jumat, 22 Juni 2012

Struktus Sarang Lebah Yang Indah

Struktur sarang lebah madu yang menakjubkan telah membuat manusia kagum sejak ribuan tahun lampau.


Pada abad ketiga, Pappus dari Alexandria, seorang ahli astronom dan geometri, menjadi orang pertama yang mengusulkan penjelasan tentang mengapa sarang lebah berbentuk hexagonal. Pappus menjelaskan bahwa hanya ada tiga bentuk yang bisa dipilih untuk dipakai dalam sarang lebah – segitiga, bujur sangkar, dan hexagon (segi enam).

Pappus memperhatikan bahwa hexagon dapat mengandung lebih banyak madu dengan ruang yang sama dibandingkan persegi (bujur sangkar) atau segitiga. Juga diperlukan lebih sedikit bahan lilin untuk membangun hexagon. Bentuk-bentuk lain akan menimbulkan ruang-ruang sisa di antara sel yang akan terbuang.

Setiap sel ditutup oleh sebuah piramid yang terdiri dari tiga belah ketupat. Matematika yang kompleks menunjukkan bahwa bentuk ini juga memerlukan pemakaian lilin yang paling sedikit untuk konstruksinya. Selain itu, tutup berbentuk piramid tersebut memungkinkan sel-sel sarang lebah bertumbukan satu sama lain tanpa membuang tempat.


Hal lainnya yang sangat mengagumkan tentang lebah madu ini adalah kerjasama diantara mereka dalam membangun pundi-pundi madu ini. Lebah-lebah ini memulai bangunannya dari titik-titik yang berbeda.

Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga sampai empat titik awal yang berlainan lalu dilanjutkan penusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kekeliruan sedikitpun pada tempat dimana mereka bertemu.

Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan yang lain saat membangun pundi-pundinya. Antara rongga satu dengan rongga yang lain dibelakangnya selalu dibentuk dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan demikian kedua sisi rongga tersebut berada pada posisi miring ke atas, hal ini agar madu yang terdapat didalamnya tidak mengalir keluar atau tumpah.

Barulah setelah dikembangkannya kalkulus modern, para ilmuwan dapat dengan sepenuhnya mengapresiasi bentuk dari tutup di ujung sel-sel sarang lebah.

Ilmuwan modern yang menerima evolusi mengatakan bahwa desain sarang lebah sebagai suatu pencapaian yang luar biasa bagi para lebah. Walau akhirnya timbul pertanyaan, mungkinkah mahluk yang berevolusi bisa mencipta dengan penuh presisi seperti tersebut?

Atau adakah pribadi yang Maha Pintar yang menciptakan mahluk-mahluknya dengan kesempurnaan secara matematis bisa dipertanggungjawabkan oleh sains?

Semestinya segala keajaiban dan kesempurnaan di alam ini menjadi bukti bahwa sang pencipta yang Maha Agung benar-benar nyata.



Sumber:
www.apakabardunia.com

Kamis, 21 Juni 2012

Kaktus dapat memurnikan air dari bakteri

Di padang gurun yang panas di daerah Amerika dan Meksiko, kaktus sejak dulu menjadi tanaman penyelamat para pengelana. Batang kaktus menyimpan air sehingga kerap digunakan saat seseorang kehabisan bekal minuman.

Foto: ezinemark.com

Rupanya fungsi kaktus tak hanya itu. Penelitian terbaru menunjukkan air murni terbaik terdapat dalam pir kaktus berduri. Para peneliti dari University of South Florida melakukan percobaan dengan menyarikan getah dan menambahkan ke dalam air yang kotor karena sedimen dan bakteri.

Getah mengakibatkan sedimen dan bakteri bergabung, kemudian mengendap di bagian bawah dan memisahkan 98 % bakteri di dalam air.

Peneliti melihat komunitas di negara berkembang menggunakan kaktus di kehidupan sehari-hari mereka. Mereka biasa merebus sepotong kaktus untuk mendapatkan getah kemudian menambahkan getah tersebut ke dalam air, sama seperti yang dilakukan para peneliti.

Jika beberapa masalah ini dapat dipecahkan, maka air yang murah dan bersih dapat dijangkau jutaan orang yang kekurangan sumber daya alam ini.

Nah, kembali kita belajar dari alam soal pemurnian air, bukan?








Sumber:
brian-manihuruk