Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

Tambang Garam yang Mempesona

Menurut hikayat, seorang putri dari Hungaria dilamar oleh Raja Krakus (Cracow/Krakow) dari Polandia. Secara historis Krakus tercatat memerintah di awal abad 12. Nah, sebagai hadiah pernikahan, putri Hungaria, Kinga, meminta hadiah tambang garam pada ayahnya.

Seiring perjalanannya, pada awal 1900-an, Kapel Kinga dibangun di dalam tambang. Ini merupakan sebuah ruangan yang penuh dengan relief Alkitab (Gospel/Injil) berukuran besar.

 

 
Sejak itu, selama berabad-abad tambang garam tini terus beroperasi (sejak abad ke-13) dan merupakan salah satu tambang garam tertua di dunia yang masih beroperasi. Sementara, yang tertua ada di Bochnia, Polandia, 20 kilometer dari Wieliczka yang telah ditambang sejak masa prasejarah.

Luas keseluruhan tambang ini mencapai 200 km persegi, dan terdiri dari tujuh level. kedalamannya lebih dari 198 meter di bawah permukaan tanah dan terdiri dari ruang-ruang galian yang berjumlah 2000 buah. Tambang yang terletak 68 - 237 meter di bawah kota Wieliczka ini memiliki 9 lantai.

Kini, tambang garam tersebut menjadi tempat wisata yang menakjubkan. Bila kita berkunjung ke sana akan melihat jalur untuk turis sepanjang 3 km, dimulai di level pertama.

Untuk sampai ke situ, pengunjung harus menuruni 380 anak tangga. Pengunjung tak perlu risau dengan tangga tersebut karena sudah diperbarui dan terbuat dari kayu kokoh yang solid.

 


Selama berabad-abad, para penambang telah membentuk tradisi ukiran patung dari garam batu asli. Pada abad ke-19, lampu kristal raksasa yang terbuat dari garam dipasang untuk menerangi kompleks bawah tanah ini. Dengan mendapat penerangan yang memadai, ukiran dan monumen garam yang ada di dalam gua terlihat indah. Hal inilah yang menjadikan tambang garam Wieliczka terkenal di wilayah Eropa.

Suhu udara dalam tambang mencapai 13 hingga 14 derajat celsius. Selain bongkahan garam yang dipahat menjadi lorong dan ruangan-ruangan, konstruksi tambang disokong oleh kayu timber. Di sana sini tampak juga rel kecil, yang menjadi jalur gerobak dan kereta pengangkut garam.

 


Wieliczka di Polandia adalah lambang kemajuan teknologi manusia. Namun bukan hal ini saja yang membuat tambang garam ini terkenal karena para penambang perlahan-lahan telah mengubah sebuah gua yang gelap menjadi lokasi kerajaan megah.

Saat ini, wisatawan dari seluruh dunia akan dipandu melalui labirin terowongan tambang yang aneh, dengan patung rinci yang indah, kapel, dan bahkan restoran.




Sumber:
Oktomagazine

Kamis, 21 Juni 2012

Danau Ubur-Ubur di Indonesia

Di mana habitat ubur-ubur, apakah selalu ada di laut lepas? Ternyata tidak juga. Ubur-ubur juga bisa tinggal di air payau. Bahkan, Indonesia punya danau ubur-ubur terbesar di dunia.

Ya, di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur terdapat danau berair payau yang penuh ubur-ubur tak menyengat. Pulau Kakaban adalah salah satu dari total 31 pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan. Secara administratif, Pulau Kakaban masuk dalam wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.


Ditengok dari situs resmi Pariwisata Indonesia, Selasa (29/5/2012), Pulau Kakaban memiliki bentuk yang unik, yaitu seperti angka 9. Angka 9 ini merupakan gabungan dari gugusan karang di atas permukaan laut, yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu.

Pulau Kakaban memiliki luas 2,6x1,5 kilometer dan terkenal dengan adanya danau air payau yang dihuni ribuan ubur-ubur tak menyengat. Danau yang diberi nama Danau Kakaban ini terbentuk akibat karang yang naik di atas permukaan laut dengan ketinggian hingga 50 meter. Kemudian, karang ini membuat sejumlah air terperangkap, dan terbentuklah danau.




Danau Kakaban sangat terkenal karena hanya ada dua di dunia, yaitu Danau Kakaban di Kepulauan Derawan dan Jellyfish Lake di Palau, Micronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik. Danau air payau ini memiliki ekosistem yang unik, karena dihuni oleh hewan dan tumbuhan endemik. Beberapa di antaranya adalah ubur-ubur yang kehilangan kemampuan menyengat, algae yang menjadi karpet di dasar danau, anemon yang berwarna putih.

Kakaban kini dinominasikan sebagai kawasan situs warisan dunia milik UNESCO, karena memiliki 4 jenis ubur-ubur. Keempat jenis ubur-ubur tersebut adalah ubur-ubur bulan, ubur-ubur totol, ubur-ubur kotak, dan ubur-ubur terbalik.

Yang disebut terakhir adalah yang paling unik karena ubur-ubur ini  berada di dasar danau dengan tentakel menghadap ke atas. Suatu hal yang aneh, karena biasanya ubur-ubur berada di atas dengan tentakel menghadap ke bawah.

Kabarnya, kembaran Danau Kakaban, yaitu Jellyfish Lake di Palau hanya memiliki dua jenis ubur-ubur. Jadi, tak berlebihan bila menyebut Danau Kakaban sebagai danau ubur-ubur terbesar di dunia.



Sumber:
travel.detik.com